Pada zaman kuno, di negara Jawa dikenal sebagai Siklus Sudwara atau Palinkeran. Siklus penghitungan mingguan hari ini dibagi menjadi 6 hari. Orang-orang kuno menggunakan pribbon Sadwara paradoks untuk berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pekerjaan dan kegiatan yang mendukung kehidupan.

Memahami siklus diurnal parinqueran Sudwara untuk pertanian dan menghitung ternak

Siklus Sudwara / Palinkera meliputi:

  1. Tangre (daun)
    Tungle paringkelan digunakan untuk membimbing masyarakat dalam mempertahankan / melakukan bisnis tanaman. Kapan menanam padi, tanaman, sayuran, dll.
  2. Ayan (manusia)
    sadwara aryang digunakan untuk berbagai kegiatan sosial masyarakat, seperti pertemuan masyarakat dan kegiatan pekerjaan sosial.
  3. Urkun (Ternak / Rajakaya)
    Digunakan untuk bisnis ternak termasuk pemasaran ternak. Beli bibit, bangun gudang, dan mulai bisnis ternak. Ini juga digunakan saat menjual produk ternak. Ternak ditemukan di Rajakaya (kerbau, sapi, kuda, kambing, domba).
  4. Panningron (ikan air tawar)
    Digunakan untuk pemeliharaan dan bisnis ikan dan perikanan. Dengan lkarena, itu untuk mereka yang ingin memulai bisnis perikanan seperti kecambah, budidaya ikan lele dan ikan mas. Maka Anda perlu menggunakan hari Sudwala mengenai Panningron.
  5. Uwa (unggas)
    Di masa lalu, orang memulai peternakan unggas. Sejak zaman kuno, orang tidak sengaja memilih hari-hari Kepluan yang terkait dengan nasib buruk dan nasib baik.
  6. Mowl (biji)
    Mowulu seperti tungle dengan penekanan pada penanaman, tetapi dalam hal ini penanaman diklasifikasikan sebagai tanaman yang jatuh di bawah perkebunan daripada pertanian. Mangga, jeruk, apel, dll.

Di kepulauan pertanian, panduan tentang Palinkeran diperlukan. Ini karena instruksi dan pedoman diturunkan dari generasi ke generasi untuk tujuan yang baik untuk tujuan yang berbeda tergantung pada artinya.

Akibatnya, orang-orang kuno selalu memilih untuk bekerja bersama, karena mereka mengikuti saran dan tolok ukur siklus Sudwara Palinkeran. Misalnya, setiap orang menanam padi pada saat penanaman padi, tetapi menanam padi dan menabur jarang terjadi.

Karena itu, pengetahuan tentang siklus sadwara atau paringkelan. Untuk mengetahui nama-nama zaman Sudwara yang bisa Anda lihat di kalender Jawa. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here