Denny Handayansyah, Kepala BK PPU Asset Management.

BARUSJAM.Net-Manajemen tunggakan pembayaran tunggakan pemerintah yang digunakan sebagai titik penjualan saat ini dipusatkan oleh Badan Layanan Keuangan (PPU) Kabupaten Pennham Utara (BK).

Denny Handayansha, kepala Manajemen Aset Kabupaten PPU, menjelaskan bahwa partainya sebenarnya melakukan pemesanan dengan penyewa pemerintah yang sebenarnya sudah lewat waktu.

Ternyata kontrolnya juga di depan Rumah Sakit Regional PAP RAPB, di warung-warung di depan kantor Dishub PPU, dan di depan kantor BK PPU itu sendiri, dan kemudian di kantin sekolah setempat.

"Sebagian besar dari mereka masih terlambat ketika kami masih bekerja (atau mengendalikan). Tujuan kami yang harus mereka bayar adalah," katanya ketika dikonfirmasi beberapa hari lalu. dijelaskan.

Selain itu, sesuai dengan peraturan setempat tentang perpajakan atas penggunaan properti lokal, sewa bulanan didasarkan pada luas lahan yang disewa. Di sini, biaya perimeter adalah Rp5.000, dikalikan dengan luas lahan yang disewa. "Izinnya adalah Rp5.000, dikalikan dengan kisaran tarif bulanan, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2012 tentang perpajakan atas penggunaan kekayaan di wilayah ini," katanya kepada wartawan.

Selain itu, kantin sekolah umum Kabupaten PPU memberikan perhitungan ulang pembayaran 90% selama epidemi Covid-19, sehingga hanya 50% di luar Kenting sekolah, seperti kios di depan kantor BK. % Meringankan, dan mereka yang berada di depan Rumah Sakit Regional RAPB PPU akan diberikan pengurangan sewa 25%. Mitigasi diberikan oleh Pemerintah Kabupaten PPU (Pemkab) selama pandemi coronavirus, hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

"Kantin sekolah benar-benar tutup, yang memberikan diskon 90%," katanya, Rabu (24 Juni 2020).

Namun, ada beberapa kios di mana harga sewanya sudah menunggak, dan beberapa sudah dibayar dengan mencicil.

"Jelas mereka setuju jika mereka tidak membayar tiga bulan. Maka mereka harus membiarkannya kosong," kata Denny Handayansha, kepala Manajemen Aset PPU BK. (Edz).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here